Di SMP N 29, ada sebuah program inovatif yang melibatkan siswa dan guru dalam proyek lingkungan dan seni berbasis zero waste school (ZWS), khususnya dalam memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Proyek ini dikembangkan sebagai bagian dari integrasi mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) dengan prinsip zero waste yang mengajarkan siswa tentang keberlanjutan dan kreativitas daur ulang. Pertama-tama, para siswa diajak untuk membuat kelompok untuk membuat proyek lillin terapi dari minyak jelantah . Di sinilah siswa mulai diperkenalkan pada konsep ZWS, yaitu meminimalkan sampah dan memanfaatkan limbah dengan cara yang inovatif. Guru SBK juga memberikan pemahaman tentang dampak negatif minyak jelantah yang dibuang sembarangan, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan. Proses pembuatan lilin langkah-langkah yang dilakukan: 1. Pemurnian Minyak Jelantah: Minyak jelantah disaring terlebih dahulu agar kotoran atau sisa makanan yang tertinggal terbuang. Proses ini sangat penting agar lilin yang dihasilkan berkualitas. 2. Pencampuran dengan Bahan Lilin: Minyak yang telah disaring dicampur dengan lilin lebah atau lilin parafin agar tekstur lilin lebih padat dan mudah dibentuk. Mereka juga menambahkan pewarna alami untuk mempercantik tampilan lilin. 3. Pewangi Alami: Untuk membuat lilin menjadi aromaterapi, ditambahkan berbagai minyak esensial, seperti serai, atau kayu manis. Guru SBK menjelaskan manfaat dari aroma-aroma tersebut, sehingga siswa memahami aspek aromaterapi yang dapat memberi efek relaksasi atau menenangkan. 4. Pencetakan dan Finishing: Siswa menuangkan campuran lilin ke dalam cetakan yang sudah dipilih dan menunggu hingga lilin mengeras. Setelah itu, lilin-lilin tersebut dihias agar tampilannya lebih menarik. Selama proyek berlangsung, siswa tidak hanya belajar soal daur ulang, tetapi juga prinsip-prinsip seni dalam desain lilin. Guru SBK mengajarkan mereka tentang estetika dan kreativitas dalam menghias lilin, seperti memilih warna yang harmonis dan menciptakan pola-pola unik. Di akhir proyek, lilin-lilin yang dihasilkan oleh para siswa dikumpul acara sekolah. Siswa pun merasa bangga bisa menghasilkan produk ramah lingkungan yang bisa digunakan sendiri . Proyek ini juga mengajarkan mereka pentingnya mengurangi sampah, kreativitas dalam daur ulang, dan kolaborasi. Proyek ZWS di SMP N 29 ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga melatih siswa untuk berpikir kreatif dan peduli pada keberlanjutan, serta menambah keterampilan mereka dalam bidang seni dan kewirausahaan.
0 komentar:
Posting Komentar